Puisi-puisi Aris Setiyanto
Shalawat
shalawat terdengar
begitu dekat, begitu keras
tanpa tedeng aling-aling
tanpa sekat
bahkan selapis kelopak mata pun
aku dengannya
: baginda Nabi
tak berjarak
(Temanggung, 12-5-2020)
Sedekah
jalanku ke jalan-Mu
: tasbih, tahlil, tahmid
Di hatiku tak ada sedikit pun
ganjalan
tanpa jawab
hanya rida-Mu
sebab inilah imanku
(Temanggung, 12-5-2020)
Sedekah 2
Engkau pinjamkan harta-Mu kepadaku, Allahu-rabbi
kau kembalikan
kepada aku kepastian
berlipat-lipat dan
tak terhingga
seringkali aku abai
melihat-Mu sebelah mataku
bagaimana aku bisa lupa? aku tahu
hati tak pernah berdusta
sementara mulut bermekar kekata
(Temanggung, 12-5-2020)
Sedekah 4
amar makruf nahi mungkar
telah aku singkirkan
tulang batu yang berduri
dari jalanan yang jalang
tiga ratus enam puluh persendian
serupa tasbih yang aku rapal
misal aku—di hari itu
tengah berjalan, terbebas aku
betapa nyala api neraka
(Temanggung, 12-5-2020)
Category : sastra
SHARE THIS POST
Lapak MJS
- Nisan Hamengkubuwanan: Artefak Makam Islam Abad XVIII-XIX di Yogyakarta dan Sekitarnya
- Lima Puluh Tahun: Meniti Jalan Kembali
- Buletin Bulanan MJS Edisi ke-9 Maret 2025 M
- Buku Terjemah Rasa II: Tentang Hidup, Kebersamaan, dan Kerinduan
- Buku Ngaji Pascakolonial
- Buletin Bulanan MJS Edisi ke-8 Desember 2024