Ngaji Filsafat

Kaizen: Menjadi lebih baik

Ringkasan

Ngaji Filsafat Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta bersama Dr. Fahruddin Faiz

Kalau mendengar kata Jepang, pikiran kita sering langsung melayang ke anime, idola, teknologi canggih, atau sejarahnya yang punya keterkaitan dengan Indonesia. Padahal, ada sisi lain yang tidak kalah menarik untuk dipelajari, yaitu cara memandangnya terhadap kehidupan. Jepang menyimpan banyak nilai dan kebijaksanaan yang membentuk hubungan manusia dengan alam, sesama, dan dirinya sendiri.

Kita juga sering melihat berbagai potret kehidupan Jepang di media: kotanya yang bersih, masyarakatnya yang tertib, hingga budaya saling menghargai yang terasa begitu kuat. Semua itu tentu saja bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Di baliknya ada proses panjang, kebiasaan yang dibangun sejak kecil, dan disiplin (kibishii) yang ditanamkan melalui hal-hal sederhana. Menariknya, justru kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang kemudian menciptakan efek domino bagi kualitas hidup masyarakatnya.

Pada Ngaji Filsafat bersama Pak Faiz kali ini, kita akan membahas lima nilai sederhana yang menjadi wawasan kebijaksanaan hidup masyarakat Jepang. Bukan untuk menganggap Jepang sebagai bangsa yang sempurna, melainkan untuk melihat pelajaran apa saja yang bisa kita ambil dan relevansinya dengan kehidupan kita sehari-hari.

Tema: Kebijaksanaan Hidup Jepang

  • Ikigai: Menemukan makna hidup
  • Kaizen: Menjadi lebih baik
  • Wabi Sabi : Menerima ketidaksempurnaan
  • Mono no Aware: Semua akan berlalu
  • Sekolah Kyoto: Mendialogkan Timur dan Barat (+ QnA)

Rabu, 1, 8, 15, 22, 29 Juli 2026

Pukul 20.00 - 22.00 WIB

FYI, Ngaji Filsafat kami gelar secara langsung di Masjid Jendral Sudirman. Gratis, terbuka untuk semua kalangan. Boleh datang sendirian, berboncengan, atau berombongan, tanpa perlu daftar-daftaran.

Bagi yang di luar kota atau berhalangan hadir, ngaji bisa disimak-dengarkan di YouTube MJS Channel yang tayang Ahad malam.