Ringkasan


Wisdom of Empiricism

“Kalau diperhatikan secara serius, semua itu ada wisdom-nya, tinggal mana yang pas cocok buat kondisi, situasi, konteks, dan kehidupanmu”, begitu kiranya dawuh sang guru manakala menjelaskan sesuatu.

Pada gelaran Ngaji Filsafat bulan Juli ini, kita akan sampai pada aliran dalam filsafat yang merumuskan kalau semua pengetahuan itu didapat dengan pengalaman menurut keempat filosof yang akan diangkat.

Dari Francis Bacon (1/7) sebagai pencetus pemikiran aliran empirisme, buah pengaruhnya mendasari sains dan metogologinya, hingga kini. Dari John Locke (8/7) pun yang dikatakan antimetafisika, menekankan pendekatan secara empiris dan juga eksperimen-eksperimen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dari George Berkeley (15/7) kita belajar tentang pengenalan. Dari David Hume (22/7) di antaranya tentang konsepsinya soal naturalistis, termasuk berkaitan pengalaman sebagai alat yang darinya pernyataan-pernyataan ilmu dapat bersandar.

Bahasan Rabu terakhir (29/7) masuk sebagai tema request-an alias sisipan, entah apa nanti. Barangkali setelah meneguk wisdom dari keempat filosof Barat, bahasan tema yang muncul berkaitan pengalaman yang dekat dalam keseharian, mungkin macam pengalaman sama pertanyaan dan pernyataan: "kapan?", "terserah!", "wis mbuh lah!?".

Oke, tinggal saksikan pada hari, tanggal, dan waktunya saban Rabu malam jam 20:00 hanya di YouTube MJS Channel. Buat yang belum pengalaman menyaksikan Ngaji Filsafat di YouTube MJS Channel, gampang, santai, tutorialnya ada di YouTube. Bismillah.

Video Youtube