Redaksi MJS

Khutbah Idul Adha 1441 H

BERKURBAN: IKATAN RITUAL SPIRITUAL DAN SOSIAL

Oleh Ust. Abdurrohman Azzuhdi

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Khutbah I

 الله أكبر 3 x الله أكبر 3 x الله أكبر 3 x

 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ للهِ الْحَمْدُ.

 اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ اَمَاتَ وَ اَحْيَى

اَلْحَمْدُ للهِ الًّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ لَنَا عِيْدَ الْفِطْرِ وَ اْلأَضْحَى

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  نِعْمَ الْوَكِيل وَنِعْمَ الْمَوْلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَ مَنْ يُنْكرُهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا.

 اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا وَ حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، نَبِيِّ الْهُدَى، الَّذِيْ لاَ يَنْطِقُ عَنْ الْهَوَى، إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى، وَ عَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ  إذا تُتْلَى عَلَيْهِمْ أَيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوْا سُجَّدًا وَبُكِيًا.

 اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَنْ اِتَّبَعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الْجَزَا.

 :أَمَّا بَعْدُ 

 فَياَ عِبَادَ اللهِ أَوْصِيْنِي وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فِيْ اللَّيْلِ إِذَا سَجَى وَفِيْ النَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى, وَ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ فِي أَيَاتِهِ الْعُلْيَا:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرَ.

 

Hadirin jama’ah shalat Idul Idha Masjid Jenderal Sudirman yang dimuliakan Allah

Mengawali khutbah pada pagi hari ini, khatib mengajak kepada diri khatib pribadi khususnya, dan kaum muslimin umumnya, untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Firman Allah “wa tazawwadu, fa inna khaira zaadit taqwa, wat taqunii ya ulil albab la’allakum tuflihun” (berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal menuju akhirat adalah ketakwaan. Maka bertakwalah kepada Aku (Allah) wahai orang yang memiliki pikiran jernih, agar kalian beruntung).

          Beruntung dalam hal ini adalah harapan kita bersama agar Allah segera mengangkat wabah covid-19 yang mendera seluruh alam. Selama ini tidak henti-hentinya kita berdoa di berbagai majelis agar dosa kita diampuni, wabah terangkat dan bumi kembali menjadi hijau serta senyum anak-anak kita ceria kembali.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Sebenarnya syariat berkurban telah ada sejak generasi awal umat manusia. Pada masa Habil dan Qobil putera bapak kita semua Adam alaihissalam sebuah kebenaran atas syariat ditentukan atas penerimaan Allah terhadap persembahan mereka. Qabil bersedekah dengan pertanian hasil buminya, sedangkan Habil bersedekah dengan hewan ternaknya. Namun demikian Allah hanya menerima persembahan dari Habil, sebab Qabil memberi hasil bumi yang buruk. Berbeda dengan Habil yang memberikan hasil ternak terbaiknya.

Dalam al-Quran disebutkan:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ.

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua anak Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima (kurban itu oleh Allah) dari salah seorang dari keduanya (kurban milik Habil) dan tidak diterima (kurban) dari yang lain (milik Qabil). Qabil berkata: Aku pasti akan membunuhmu. Berkatalah Habil: Sesungguhnya Allah (hanya) menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.

Selanjutnya berkurban kembali disyariatkan pada masa Nabi Ibrahim As. Sebagaimana keterangan dalam surat as-Shâffâtayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى.

Artinya: Maka tatkala anak itu telah sampai (pada  usia sanggup) berusaha bersama-sama (Ibrahim), (Ibrahim) berkata: Wahai puteraku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?

Ayat tersebut merupakan ujian terberat kepada Bapak kita Ibrahim dan Ibu Hajar. Bagaimana tidak? Anak yang telah dinantianya hingga usia 86 tahun tiba-tiba harus disembelih sebagai bentuk ketaatan dan kesetiaan kepada Allah.

Dasar Imail anak yang bertakwa, ia  malah menjawab:

قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ.

"Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan (oleh Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar"

Dengan mata yang berkaca-kaca ibu Hajar bertanya “Apakah engkau akan benar-benar menyembelih putramu wahai Ibrahim?”.

Ibrahim tidak kuasa menjawab pertanyaan istrinya. Parang telah diasah, leher telah dipegang, Ismail telah bersiap. Namun tidak lama berselang, turunlah wahyu Allah, agar ia mengganti Ismail dengan seekor kambing.

 وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

Dan kami tebus anak itu (Ismail) dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim pujian yang baik di kalangan kaum-kaum sesudahnya. Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

Allahu akbar allahu akbar allahu akbar wa lillahil hamd

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kini, dalam syariat yang dibawah oleh nabi Muhammad SAW. Berkurban tidak sekedar menjadi pengikat kesalehan spiritual, melainkan juga sebagai bukti kesalehan sosial. Firman Allah dalam surat al-Kautsar.

فَصَلِّ لِرِبِّكَ وَ انْحَرْ

Artinya: “Maka shalat (Idul Adha)-lah kamu kemudian berkurbanlah

Dalam petikan ayat tersebut terdapat 2 perintah: yakni sholat dan berkurban. Kurban adalah bentuk ketaatan kepada allah, sebagai pengikat kesalehan transenden antara manusia dengan tuhannya. Sementara berkurban adalah bentuk kepedulian sosial dan emosi kemasyarakatan. Ini artinya bahwa umat Nabi Muhammad harus seimbang antara aspek ritual dan aspek sosial.

Maka Tidak elok kiranya kalau sebagian umat Islam merayakan Idhul Adha dengan suka cita, tetapi di sisi lain masih banyak orang-orang yang masih miskin, tertimpa kesulitan atas musibah banjir, desakan ekonomi akibat wabah serta berbagai macam ujian hidup. Kita sebagai makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk “ahsani taqwim” serta “khaira ummah” umat yang terbaik hendaklah memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim, merelakan harta kita untuk berkurban dan berbagai bentuk ibadah sosial yang lain.

Menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada fakir miskin adalah bentuk “tabsyir” atau penggembira bagi mereka yang mungkin hanya 1 atau 2 kali makan daging dalam setahun. Hingga agama menghukumi sunnah muakkad berkurban.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ , وَأَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الرّجِيْمِ:

"وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى".

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

Khutbah II

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر.

اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً .

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا, أَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ,  اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ, وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى, وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهّ أَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ.

 وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

 اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ, وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ, وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ, وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ, وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ, وَدَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ, وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

 اللهُمَّ ادْفَعْظ, عَنَّا اْلبَلاَءَ, وَاْلوَبَاءَ, وَالزَّلاَزِلَ, وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.  رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوا اللّهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.

Author: Redaksi MJS

ABOUT THE AUTHOR

Redaksi MJS

Menuju Masjid Membudayakan Sujud


COMMENTS