Terhitung sejak April 2013 Masjid Jendral Sudirman (MJS) menaja serangkaian kegiatan dalam bingkai spiritual, mengasah keintelektualan sembari menguri-uri kebudayaan. Ketiganya menjadi semacam core gerak memakmurkan masjid. Bahwa sebuah masjid tak sekadar sebagai tempat sujud, tetapi juga menjadi tempat kaji dan ngaji serta literasi. Persis tiga tahun setelah memulai gerak macam itu, baru muncul kekarepan kami untuk membentuk komunitas literasi berbasis masjid. Kami menamainya “MJS Project”.

MJS Project adalah semacam komunitas literasi yang beranggotakan para santri ngaji dalam proyek penulisan bersama dari gelaran kajian/ngaji yang sudah MJS selenggarakan. Ditandai sejak kelas “Menulis di Masjid” pertama pada 29-30 April 2016, santri ngaji—biasa kami panggil sebut begitu—yang tertarik dalam proyek literer, kami kumpulkan ke dalam wadah MJS Project. Kelas “Menulis di Masjid #2” pada 10 dan 17 Desember 2017. Kelas “Menulis di Masjid #3” pada 28 Oktober 2018. Kelas “Menulis di Masjid #4” pada 10 Mei 2019.

Proyek dari komunitas literasi masjid MJS Project adalah mengolah tema-tema Ngaji Filsafat menjadi tulisan, lalu menerbitkannya dalam bentuk buku. Proses penjejakan dari ngaji menuju literer merupakan usaha kerja kreatif dan budaya yang dilakukan MJS Project, sekaligus untuk menghidup-hidupkan buletin Jumat, situs web, dan penerbitan milik Masjid Jendral Sudirman: MJS Press.

MJS Press merupakan badan usaha persekutuan (cv) penerbitan milik Masjid Jendral Sudirman. Berdiri sejak 11 Februari 2016.

Buku pertama yang MJS Press terbitkan berjudul Filosof Juga Manusia (Mei, 2016) karya guru pengampu Ngaji Filsafat: Dr. Fahruddin Faiz. Buku kedua, Suluh Kebahagiaan (November, 2016) karya para santri ngaji yang bergiat di komunitas literasi masjid MJS Project. Buku ketiga juga ditulis oleh para santri ngaji yang bergiat di komunitas literasi masjid MJS Project berjudul Manusia Langit (April, 2018). Buku keempat, Sebelum Filsafat (Juli, 2018) karya Dr. Fahruddin Faiz. Buku kelima, Senandika Yaya (Desember, 2018) karya alm. Ria Fitriani (semoga menjadi amal jariah bagi almarhumah).

Buku keenam, Antologi Luka (Kumpulan Puisi) (Desember, 2019) karya Halimah Garnasih. Buku ketujuh, Keris Kang Trontong: Kumpulan Mutiara Hikmah Keseharian (April, 2018) karya KH. Achmad Chaedar Idris. Buku kedelapan, Apa Kabar Islam Kita? Esai-Esai Kaweruh Jumatan Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta (April, 2019) oleh Biro MJS Press (peny.). Buku kesembilan, Islam Jenaka Mbah Nyut: Kisah-Kisah Sesat Sang Wali Kuthuk (September, 2019) karya MY Arafat. Buku kesepuluh, Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran (Oktober, 2019) karya Dr. Fahruddin Faiz.