Redaksi MJS

Alhamdulillah, setelah mengendap cukup lama lahir buku karya santri ngaji MJS yang bergerak pada ranah literasi masjid: Manusia Langit. Lahir Maret 2018 dengan ukuran 13,5 x 20,5 cm, tebal xxiv + 136 halaman. Manusia Langit boleh disingkat ML.

Tanpa mencanangkan ideal apa pun, buku ini lahir. Buku sudah tersedia. Monggo, yang ingin memiliki hubungi (call/sms/wa) nomor : 0878 3380 1659 (Masud)/0856 4302 0481 (Wahid).

***

Anda yang sudah mengikuti Ngaji Filsafat tentunya tahu siapa saja Manusia Langit itu, tetapi tahukah Anda apa alasan dibalik pemilihan empat figur yang diangkat? Mengapa yang lainnya tidak? Atau sebelum ke sana, bagaimana duduk dan berdirinya perkara atas judul Manusia Langit? Kok nggak manusia suci, atau manusia bumi yang melangit, manusia langit yang turun ke bumi, atau-atau yang lain.

Pertanyaan dan jawaban itu tersedia pada bagian seperti pengantar oleh guru Ngaji Filsafat, Dr. Fahruddin Faiz. Sedangkan pokok dari buku ini seperti secara ringkas diungkapkan oleh Buya Ahmad Syafii Maarif, adalah “… Buku ini telah berupaya meramu hikmah dari berbagai sumber” yang barangkali di zaman sekarang orang kebanyakan wegah menggalinya.

Para penulis buku ini tidak sekedar ancang-ancang menggali, namun telah berusaha meramu sampai pada titik tertentu menemukan hikmah dari balik empat figur Manusia Langit yang ditulis.

Lintang Noer Jati a.k.a Widodo mengosak-asik dalam tulisannya tentang sosok Semar. Berguru kepada Semar yang darinya kita beroleh “mbegegeg ugeg-ugeg hmel-hmel sak ndulit langgeng”. Ini baru satu, banyak banyak ajaran moral lainnya, termasuk faktisitas sewaktu nangkring di angkringan dan di zaman gara-gara.

Ria Fitriani menghadirkan gita cinta dari Krisna. Istimewa dari tulisan ini merujuk langsung ke kitab Bhagavad-gita, bersilaturahim ke Narayana Smrti Ashram, sebuah asrama berbasis Weda di Yogyakarta, pencadraannya terhadap bhakti, keselarasan, semadi, semesta.

Lingga Fajar menyusuri jejak-jejak monoteisme: Zarathustra. Pengejaan yang dilakukan dari tahun beheula sebelum masehi, Supreme Being berikut ajaran-ajaran pokok Majusi lama maupun baru. Cuma itu semua tidak langsung begitu saja “Nyoooh…!” disodorkan.

Zulhamdani mewedar mozaik ajaran kasih Isa. as. Di dalamnya Al-Quran maupun Alkitab bersisihan menerangkan, bersimpulan. Bukan saja karena ia adalah “manusia langit” yang membumi, melainkan juga termasuk utusan Allah yang istimewa dan senantiasa dekat dengan-Nya.

Setiap rencana, Allah-lah yang menentukan hasil akhirnya. Keniscayaan itu pula yang kami rasakan selama proses penggarapan buku Manusia Langit. Atas kehendak Allah, salah satu penulis dalam buku ini berpulang mendahului kita pada Rabu, 21 Februari 2018. Kepada Almarhumah Ria Fitirani, karya ini kami persembahkan.

Author: Redaksi MJS

ABOUT THE AUTHOR

Redaksi MJS

Menuju Masjid Membudayakan Sujud


COMMENTS